PKM “Pelatihan Japanese Language Proficiency Test (JLPT) N5 Mengenal Seluk Beluk JLPT”

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Sastra Jepang STBA JIA yang dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2021 dan Selasa, 21 Desember 2021 ini bertemakan pelatihan agar lulus Ujian Kemampuan Bahasa Jepang, Japanese Language Proficeincy Test (JLPT). Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang pemelajar bahasa Jepang yang sebagian besar merupakan siswa sekolah menengah. Peserta terjauh merupakan siswa sekolah menengah yang berasal dari Provinsi Kalimantan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Program Studi Sastra Jepang STBA JIA dengan Nihongo Course.
“Fakta bahwa masih adanya pemelajar bahasa Jepang yang merasa kesulitan saat mengikuti Ujian Kemampuan Bahasa Jepang atau yang biasa disebut dengan JLPT ini menjadi alasan utama diselenggarakannya kegiatan ini” papar Ketua panitia kegiatan PKM Ibu Shabrina Rahmalia, M.Hum. Semakin menarik karena berdasarkan survei yang dilakukan sebelum kegiatan berlangsung, diketahui bahwa dari 35 peserta 31 orang di antaranya bahkan belum pernah mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang.

Para Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat

JLPT sendiri atau banyak juga yang mengenalnya dengan Nihongo Nouryoku Shiken merupakan tes kemampuan bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation dua kali dalam setahun. Ujian ini menjadi tolok ukur kemampuan bahasa Jepang yang dimiliki oleh seseorang. Ujian terdiri atas 5 tingkat yaitu, N1 (tingkat ahli) N2 (tingkat lanjut) N3 (tingkat menengah) N4 (tigkat dasar) dan N5 (tingkat pemula). Oleh karena peserta yang sebagian besar merupakan pemelajar bahasa Jepang tingkat pemula, kegiatan PKM ini pun hanya membahas seputar cara jitu agar lulus JLPT N5 (tingkat pemula).

Pada hari pertama kegiatan Jumat, 12 Desember 2021 dipaparkan materi mengenai seluk beluk Ujian Kemampuan Bahasa Jepang. Materi disampaikan oleh Ibu Anggiarini Arianto, M.Hum. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pandangan baru bagi para peserta mengenai ujian kemampuan bahasa Jepang. Jika sebelumnya ujian kemampuan bahasa Jepang yang peserta ketahu hanya JLPT saja, dari kegiatan ini peserta dapat mengetahui bahwa selain JLPT ada ujian kemampuan bahasa Jepang yang lain seperti NAT-TEST dan JFT-BASIC.JLPT lebih popular di kalangan pemelajar bahasa Jepang karena sudah diadakan sejak tahun 1984 secara serentak di seluruh dunia. Dipaparkan pula mengenai hal-hal yang diujikan seperti pengetahuan bahasa (kosakata dan tata bahasa), membaca pemahaman, dan mendengar. Animo peserta cukup baik. Dari pertanyaan dan hal-hal yang disampaikan peserta diketahui bahwa pengetahuan huruf kanji merupakan hambatan terbesar baik saat mempelajari bahasa Jepang maupun mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang. Selain huruf hiragana dan katakana bahasa Jepang menggunakan huruf kanji sebagai sistem penulisan. Pengetahuan atas huruf menjadi modal besar saat belajar bahasa Jepang.

Materi disampaikan oleh Ibu Anggiarini Arianto, M.Hum.

Menjawab hal itu, pada hari kedua pelatihan Selasa, 21 Desember 2021 disampaikan mengenai cara jitu mempelajari Kanji utamanya sebagai bentuk persiapan mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang. Pemateri yang dihadirkan pada kegiatan di hari kedua ini adalah Bapak Dr. Rainhard Oliver H.W. M,Pd. yang juga merupakan penulis buku Belajar Sendiri Kosakata, Kanji, dan Tata Bahasa Jepang untuk level N5. Peserta antusias mengetahui bahwa banyak cara menyenangkan untuk mempelajari kanji. Diperkenalkan pula situs belajar kanji daring seperti https://bahasajepangasik.com, https://yosida.com,dan https://tanoshiijapanese.com. Tak hanya situs terdapat pula aplikasi belajar kanji yang akan mempermudah kita mempelajari kanji.

Materi disampaikan oleh Bapak Dr. Rainhard Oliver H.W. M,Pd.

Kegiatan PKM ini mencoba menghadirkan solusi bagi pemelajar bahasa Jepang khususnya yang kesulitan mempelajari kanji. Umpan balik dari para peserta maupun Nihongo Course selaku kolaborator kegiatan menunjukkan tanggapan yang positif. Pada kegiatan PKM selanjutnya akan dilaksanakan kegiatan yang lebih spesifik melatih para peserta agar dapat lulus saat mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang.

Sesi Penutupan Pengabdian Kepada Masyarakat

Poster sosialisasi Pengabdian Kepada Masyarakat