Webinar PKM “Strategies To Win Study Abroad Scholarships”

 

STBA JIA menyelenggarakan Webinar bertema “Strategies to Win Study Abroad Scholarships” yang diselenggarakan tanggal 9 September 2023. Webinar ini membuka pendaftaran dari hari kamis (07/09) dan menarik peserta sebanyak 120 orang dari berbagai kampus yang berbeda di Indonesia. Bahkan, di ikuti mahasiswa dari luar negeri. Di hadiri juga oleh dosen-dosen dari beberapa kampus lain. Webinar diawali dengan sambutan dari ketua panitia sekaligus kaprodi D3 jurusan Sastra Inggris Ade Surista, M.Pd, dengan Moderator Elsan Arvian, S.S., M.Hum dosen Sastra Inggris STBA JIA. Webinar ini menghadirkan pembicara Wawan Setiawan, S. S., M. Pd yang mendapatkan beasiswa LPDP 2017, menceritakan pengalamannya menempuh pendidikan di University of Leeds, Inggris.

Tema yang diangkat dan dibahas bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa yang tertarik untuk kuliah di luar negeri. Karena banyaknya mahasiswa yang belum tahu dan mengerti ketentuan untuk berkuliah di luar negeri, Mr. Wawan menceritakan pengalamannya dan langkah yang ditempuh untuk bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

 

Pemaparan materi oleh Narasumber

Mr. Wawan menuturkan langkah-langkah yang harus disiapkan dan berbagai rintangan yang harus dihadapi saat berencana dan berkuliah di Inggris. Mahasiswa harus siap untuk beradaptasi dengan lingkungan kultur dan bahasa yang berbeda dari Indonesia. Namun, beliau juga mengatakan bahwa peluang serta keuntungannya lebih banyak, seperti: kesempatan karir yang bagus, koneksi yang luas, dan menjelajahi tempat-tempat yang baru.

Selain itu, beliau memberikan tips untuk bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri, yang pertama adalah:

1. Membuat Rencana. Saat membuat rencana, kita harus mengambil keputusan berapa banyak kebutuhan finansial yang akan dikeluarkan sebelum dan saat menempuh pendidikan di luar negeri sampai selesai.

2. Mencari Tahu Dimana Kita Ingin Belajar/Kuliah. Mencari tahu tentang kampus-kampus luar negeri tentunya mudah, namun, memilih dan memutuskannya menjadi hal yang menantang. Mulai dari tempat/lokasi yang diinginkan, biaya pendidikan serta hidup di negara tersebut, serta jenjang pendidikan yang berbeda di masing-masing negara.

3. Memutuskan Mengambil Jurusan Apa. Jurusan dan Program yang kita inginkan, tentunya harus jelas dan harus kita riset tentang jenjang rencana pendidikan yang kita ambil. Misal jika kita ingin mengambil S2 di Inggris, maka kita harus mencari tahu di website resmi kampusnya tentang jurusan, biaya, serta berapa lama jenjang pendidikannya di kampus luar negeri yang kita inginkan.

4. Mengambil Tes Bahasa Inggris. Mengambil tes TOEFL dan IELTS sudah wajib bagi semua mahasiswa yang ingin ke luar negeri. Kampus luar negeri mempunyai standar lulus tes agar mahasiswa yang apply diterima. Biasanya, standar IELTS agar diterima dalam jenjang dan program studi mereka adalah 6,5 – 7,5 (TOEFL 79 – 109).

5. Melamar dan Mendapatkan LoA (Letter of Acceptance). Setelah menjalani test, kita apply atau melamar ke kampus tersebut sambil mengajukan hasil test kita (jika sudah keluar dan hasilnya sesuai dengan standar atau lebih). Kita tinggal menunggu respon dari pihak kampus dan mendapatkan surat penerimaan (LoA – Letter of Acceptance).

6. Mengajukan Visa Pelajar. Visa pelajar sangatlah penting karena itu adalah salah satu dokumen penting yang dibutuhkan untuk belajar di luar negeri. Saat pengajuan visa pelajar, LoA yang sebelumnya kita dapatkan akan diminta sebagai dokumen yang wajib.

7. Memilih akomodasi dan berbenah. Memilih akomodasi merupakan langkah yang tidak boleh di lewatkan. Mulai dari memilih maskapai pesawat yang kita pilih, sampai tempat tinggal yang kita inginkan. Bervariasi sesuai dengan tempatnya, harga tempat tinggal bisa menjadi murah maupun mahal. Kita bisa memilih untuk tinggal di asrama, kos, rumah kontrakan, sampai apartemen. Tentunya kita harus memilih sesuai yang dengan kemampuan kita. Setelah semua itu sudah di rencanakan, kita hanya tinggal packing dan menentukan tanggal keberangkatan!

Terakhir, Mr. Wawan menambahkan para pejuang beasiswa dan khalayak umum untuk tetap semangat dalam niat, memperbanyak riset, mempertajam skill, dan mempersiapkan dokumen, dan meminta tips dan saran dari orang-orang yang pernah mengambil beasiswa dan pergi berkuliah di luar negeri. Jangan lupa untuk berdoa dan selamat mencoba! (by. Rico).